Istilah rolling door

Kata-kata yang dipakai tukang dan penjual pintu, dijelaskan dengan bahasa sehari-hari. Setiap istilah punya tautannya sendiri, jadi boleh ditautkan langsung.

As gulungan

Poros besi di atas pintu, tempat daun pintu menggulung. Diameternya menyesuaikan bobot daun; makin berat pintunya, makin besar as yang dipakai.

Bukaan bersih

Lebar dan tinggi lubang yang benar-benar bisa dilewati setelah pintu terpasang. Selalu lebih kecil dari ukuran lubang dinding.

Daun pintu

Lembaran yang naik-turun. Bisa plat utuh (one sheet), plat bergelombang, polycarbonate, atau jeruji.

Galvanis

Plat baja berlapis seng supaya tidak cepat berkarat. Pilihan standar untuk rolling door di iklim lembap.

Kanal samping

Rel berbentuk U di kiri dan kanan bukaan yang menahan daun pintu agar tidak goyang saat angin.

Lebar bukaan

Jarak antar dinding di titik tersempit. Diukur di tiga ketinggian karena dinding jarang benar-benar lurus.

Motor tarik

Motor listrik yang memutar as gulungan. Dipilih berdasarkan bobot daun, bukan berdasarkan lebar pintu saja.

Per torsi

Pegas di dalam as yang menyeimbangkan bobot daun. Kalau pintu terasa berat, biasanya per-nya yang perlu disetel, bukan motornya.

Ruang gulungan

Jarak kosong di atas bukaan untuk gulungan daun. Minimal 45 cm untuk pintu ruko; kurang dari itu pintu tidak bisa naik penuh.

Slat

Bilah horizontal penyusun daun pintu. Pada one sheet slat diganti satu lembar plat tanpa sambungan.

Tinggi jadi

Tinggi diukur dari lantai akhir, setelah keramik atau beton finishing dipasang. Salah di sini membuat pintu menggantung.